Breaking News

Showing posts with label twitter. Show all posts
Showing posts with label twitter. Show all posts

Nov 4, 2011

CIA monitor 5 juta tweets setiap hari

,
Hei…para tweeps sedang apa?Berkicau tentang apa, hati-hati jangan berkicau tentang topik yang melecehkan Suatu Negara ya..! dan hati-hati jangan berkicau asal asalan. Berkicaulah tetap tentang kebenaran.Berkicay tentang Informasi yang bagus


Saat ini CIA mengawasi media sosial, menurut sebuah artikel baru dari AP yang mengungkapkan bahwa pemerintah AS menuangkan lebih dari 5 juta tweets dikirim pada Twitter setiap hari. Mengingat munculnya media sosial di seluruh dunia, bahwa badan-badan intelijen AS memasuki media Sosial untuk tetap melaporkan percakapan di seluruh dunia.

Dengan lebih dari 800 juta menggunakan Facebook dan Twitter lebih dari 400 juta tweets dikirim, tim pengawasan CIA  mengumpulkan informasi yang berguna dan melaporkan serta memantau.CIA delau memantau apa kicauan kita.


Dari Pengamatan CIA melalui Twiiter dan Facebook, Maka Amerika Serikat mengetahui Informasi-Informasi yang terjadi di belahan dunia. Wao…Berarti AS selalu dong Mengetahui Informasi, berita dan juga kejadian di Indonesia?Dimana Pengguana Twiiter dan Facebook terbanyak berasal dari Indonesia, Dan trending Topik asal Indonesia juga sering terjadi..

Sumber AP.

Oct 11, 2011

Labs Topsy Luncurkan Search Engine Realtime Untuk Post Google+

,
Pencarian realtime dan analisis perusahaan platform Labs Topsy pagi ini mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan Google+ sebagai sumber dalam indeks. Sebuah mesin pencari khusus untuk umum  postingan Google+. tersedia di sini dalam versi beta, memungkinkan pencarian pengguna dan akses percakapan realtime dan sejarah yang terjadi dalam jaringan sosial.

Labs Topsy menekankan bahwa posting adalah peringkat menurut relevansi milik startup dan pengaruh-peringkat teknologi. Anda dapat menemukan beberapa screenshot di bawah ini atau memberikan berputar sekarang.


algoritma ini menghitung siapakah para ahli tersebut untuk tujuan spesifik, istilah kata kunci dan link, memperbarui grafik pengaruh berdasarkan perhatian yang dihasilkan dari Google + dan posting Twitter.

Tidak jelas berapa banyak orang yang menggunakan Google + hari ini, meskipun pendaftaran pengguna tampaknya telah membengkak sampai setidaknya tanda 50 juta . Menurut pengamatan Topsy, jumlah posting dan komentar publik di Google + telah berkembang menjadi dua juta per hari pekan lalu, naik dari 200.000 ketika dibuka untuk masyarakat umum.

Itu harus mungkin untuk menggunakan pencarian Topsy untuk mendapatkan ide yang lebih baik tentang bagaimana besarnya Google + . atau setidaknya seberapa besar perilaku publik di situs ini. Misalnya, eksekutif Topsy mengatakan Google + sudah mendapatkan video yang diposting 100.000 per minggu, dibandingkan dengan 200.000 diposting di Twitter.

Angka-angka berubah setiap hari, tapi sekarang Topsy dari Google + pencarian terbuka untuk umum, pengguna dapat memeriksa sendiri.

Sumber: TechCrunch | AllthingsD |
  

Sep 27, 2011

Polusi Lingkungan akibat Data Center Google

,
salah satu data center google(sumber: google gambar)




California: (OkeZone.com)Sebuah perusahaan analis independen yang fokus pada energi dan kelestarian lingkungan, Verdantix mengungkapkan beberapa perusahaan web besar di dunia harus serius mengurangi emisi karbon mereka.

Laporan yang berjudul Carbon Strategy Benchmark : Internet Sector menilai strategi karbon dan enegi dari 14 perusahaan internet dan jejaring sosial terkemuka, termasuk beberapa perusahaan dari China seperti Alibaba, Baidu dan Tencent yang bekerjasama dengan Akamai, Amazon, Apple, eBay, Expedia, Facebook, Google, Netflix, Priceline, Salesforce dan Yahoo perlu ditangani dengan serius.

Verdantix mngusulkan kepada semua perusahaan tersebut agar menggunakan pendekatan yang lebih strategis untuk pengelolaan energi dan karbon.

"Karena pertumbuhan perusahaan-perusahaan internet dan jejaring sosial seperti Facebook dan Google sangat cepat dan secara global sudah terkenal, maka mereka akan dihadapkan oleh rentetan tantangan energi dan emisi karbon," jelas Direktur Verdantix, David Metcalfe dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip TG Daily, Senin (26/9/2011).

Metcalfe menambahkan tantangan-tantangan termasuk peninggkatan energi terkait penggunaan data center bagi perusahaan internet dan jejaring sosial tersebut akan sangat besar. Dampak negatifnya berpengaruh pada harga energi yang berhubungan dengan hasil keuangan dan kritik publik mengenai komitmen kelestarian lingkungan yang dikumandangkan oleh kelompok Greenpeace dan Institute of Public and Environmental Affairs yang berbasis di Beijing.

"Penggunaan data center yang besar seperti Amazon dan Salesforce tidak dapat mengabaikan penutupan lubang karbon yang wajib dilaporkan untuk jangka waktu yang tak terbatas," ungkapnya.

Hanya ada 4 dari 14 perusahaan yang dianalisis dalam penelitian ini yakni Akamai, Apple, eBay dan Google yang mengungkapkan mengenai efek gas rumah kaca. Namun tidak ada satupun dari raksasa internet global saat ini yang berinvestasi untuk menjamin keamanan dari emisi gas rumah kaca yang terjadi pada perusahaan mereka.

Environmental Protection Agency memperkirakan konsumsi energi pada data center mengalami peningkatan dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2006. Sementara itu Departement of Energy memperkirakan perhitungan biaya data center sekarang mengalami peningkatan sebanyak 3 persen dari total tagihan listrik di Amerika Serikat (AS)

Sumber:







 

Uncrubase Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates