situs Micro-blogging Twitter belum dapat berfungsi sebagai jalan untuk perdamaian antara Israel dan Palestina, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan untuk memperpanjang sebuah cabang zaitun kepada para pejabat Palestina.
Lihat aksi twitternya disini
tweet Netanyahu diikuti beberapa kali mencoba untuk mendapatkan ke Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang sedang mencari pengakuan sepenuhnya Perserikatan Bangsa-Bangsa sebuah negara Palestina.
"Kami berada di kota yang sama, di gedung yang sama, Mari kita bertemu di sini hari ini aku mengulurkan tangan dalam damai.," Katanya dalam tweet nya.
"Saya terus berharap bahwa Presiden Abbas akan menjadi mitra saya untuk perdamaian Mari kita dengan itu dan menegosiasikan # damai.. # Back2talks," tambahnya.
Perangko waktu pada tweets menunjukkan bahwa mereka melakukan sebelum fajar Sabtu, Pembicaraan perdamaian antara kedua belah pihak telah rusak tahun lalu.
Tapi ia juga mengatakan Palestina harus terlebih dahulu mencapai perdamaian dengan Israel."Orang-orang Palestina harus terlebih dahulu mencapai #peace with Israel and then get their state. Then Israel will be the 1st to recognize them. #back2talks,katanya
Lihat aksi twitternya disini
tweet Netanyahu diikuti beberapa kali mencoba untuk mendapatkan ke Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang sedang mencari pengakuan sepenuhnya Perserikatan Bangsa-Bangsa sebuah negara Palestina.
"Kami berada di kota yang sama, di gedung yang sama, Mari kita bertemu di sini hari ini aku mengulurkan tangan dalam damai.," Katanya dalam tweet nya.
"Saya terus berharap bahwa Presiden Abbas akan menjadi mitra saya untuk perdamaian Mari kita dengan itu dan menegosiasikan # damai.. # Back2talks," tambahnya.
Perangko waktu pada tweets menunjukkan bahwa mereka melakukan sebelum fajar Sabtu, Pembicaraan perdamaian antara kedua belah pihak telah rusak tahun lalu.
Tapi ia juga mengatakan Palestina harus terlebih dahulu mencapai perdamaian dengan Israel."Orang-orang Palestina harus terlebih dahulu mencapai #peace with Israel and then get their state. Then Israel will be the 1st to recognize them. #back2talks,katanya








