Khadafi melayangkan permintaan gencatan senjata melalui siaran televisi nasional Libya. Sementara serangan yang dilakukan pada Sabtu dinihari waktu setempat, ditargetkan pada stasiun televisi nasional Libya, yang biasa menyiarkan pidato Khadafi tersebut.
Pejabat Libya menuduh serangan itu memang sengaja ditujukan untuk membunuh Khadafi. Namun gedung televisi itu tidak rusak sama sekali dan Khadafi berbicara dari lokasi yang tidak diketahui.
"Pintu menuju perdamain terbuka sudah," ungkap Khadafi dalam siaran televisi nasional Libya yang dikutip oleh Associated Press, Sabtu (30/4/2011). "Kalian (NATO) para agresor, kami akan bernegosiasi dengan kalian. Datanglah Prancis, Italia, Inggris, Amerika Serikat (AS), kami akan bernegosiasi," lanjutnya.
Khadafi pun mempertanyakan kepada NATO mengapa pihak menyerang Libya. Lebih lanjut ia kembali menegaskan bahwa rakyat Libya memiliki hak untuk memilih sistem politiknya, namun dibawah ancaman pengeboman dari NATO.
"Mengapa kalian menyerang kami dan membunuh anak-anak kami? Kenapa kalian menghancurkan infrastruktur yang kami punya," cetus Khadafi.
Sementara para pemimpin pihak oposisi Libya bersikeras tidak akan menurunkan senjata mereka termasuk bernegosiasi, bila Khadafi tidak bersedia mundur dari jabatannya.
Namun Khadafi tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak akan turun dari kekuasaannya yang sudah berlangsung selama empat dekade.









